1.15.2008

Profesi Pemadam Kebakaran Kurang Diminati

Profesi Pemadam Kebakaran Kurang Diminati

KEPALA Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Dinas Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Sosial (Kesbanglinmasos)
Kabupaten Kebumen Muh Rosyid, SPd., M.M.Pd. (49th) mengaku prihatin dengan rendahnya minat anak-anak menjadi tenaga pemadam kebakaran.
Menurut Rosyid, beberapa waktu lalu pihaknya kedatangan tamu para siswa SDIT Ath Thoriq Gombong. Sebanyak 64 siswa siswi mengadakan studi lapangan dan pelatihan pemadaman kebakaran. Pihaknya rnenanyakan kepada para siswa SDIT tersebut, siapa di antara anak-anak yang bercita cita menjadi petugas pemadam kebakaran. Temyata, dari 64 siswa, hanya empat anak yang beirninat atau 6,25 persen. “Saya sungguh prihatin. Profesi pemadam kebakaran ternyata kurang diminati generasi muda. Padahal, tugas nereka mulia memadamkan api dan mencegah bencana,” tandas mantan Kepala SMPN 7 Keburnen itu. Sebagai PNS yang pernah 25 tahun menjadli guru dan sekarang masih aktif sebagai Dosen pada STIE Putra Bangsa Kebumen,setelah dimutasi ke UPT Pemadam Kebakaran. dia baru menyadari betapa berat tugas di lapangan. Apalagi saat ini hanya memiliki 18 orang personil yang harus digilir piket di dua pos, yaitu pos Keburnen dan pos Gombong. Rosyid menyatakan, saat ini jumlah penduduk Kebumen sekitar 1,2 juta jiwa, wilayahnya 26 kecamatan, serta 460 desa/kelurahan. Dengan luas wilayah itu, tingkat potensi kebakaran sangat besar. Dia makin prhatin karena beberapa PNS yang dipindah menjadi petugas pemadam kebakaran merasa kurang nyaman dan seolah merasa dibuang. Mah Rosyid mengusulkan agar dalam rekrutmen petugas pemadam kebakaran dilakukan dengan cara seleksi CPNS. Dengan begitu, bisa menjaring yang berminat dari sejak awal diarahkan untuk tugas-tugas pemadaman di lapangan. Apalagi ada kecenderungan. seiring peningkatan ekonomi masyarakat. makin banyak pula bangunan di daerah Kebumen yang bertingkat. Terutama di daerah perkotaan dan dilewati jalur jalan raya. Kondisi tersebul tentu memerlukan antisipasi tersendiri manakala suatu saat terjadi kebakaran.
Sayangnya, selama ini pendirian bangunan bertingkar di Keburnen dalam mengurus lzin Mendirikan Banguan (IMB) tidak pernah melibatkan atau meminta rekomendasi UPT Pemadani Kebakaran. Padahal sesuai Keputusan Menteri PU No : 10/KPTS/2000 bila ada konstruksi bangunan bertingkat tidak dilengkapi dengan proteksi kebakaran. UPT Pemadam Kebakaran tidak bisa herbuat banyak apabila terjadi arnukan si jago rnerah.
Ia mengingatkan, belum lama ini pemah terjadi kebakaran pada ruko berlantai dua di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen. Mengingat UPT tak memiliki mobil tangga, maka saat terjadi kebakamn cukup kerepotan mernadamkan api.
Ia mengimbau masyarakat sewaktu rnengetahui kebakaran segera rnengontak UPT Pemadam Kebakaran. Nomor telepon Pos Pemadam Kebakaran Kebumen 0287- 382113 atan 5503113, dan Pos Pemadam Kebakaran Gombong 0287-471561.
”Kami setiap saat rnemiliki regu jaga yang piket. Hubungi kami secepamya ke nomor tersebui dan jangan ke nomor 113, karena tidak nyambung ke pos kami, jelas Rosyid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini...
makasih ya uda kasih komentar...
sering - sering maen sini ya...
No SaRa, No PoLiTiCs, No SPaMMiNG!!!