2.03.2008

KEPEMIMPINAN - Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Pd

KEPEMIMPINAN”

Oleh : Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Pd.

Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen


Kepemimpinan

Mempengaruhi karyawan untuk secara sukarela mengejar tujuan organisasi :

  • Kepemimpinan berarti visi, pemberian semangat, antusiasme, kasih kepercayaan, kegairahan, nafsu, obsesi, konsistensi, penggunaan simbol, perhatian, penciptaan para pahlawan pada semua tingkatan, bimbingan, berjalan keliling secara efektif.

  • Kepemimpinan bergantung pada sejuta hal kecil yang dilakukan dengan obsesi, konsistensi dan kepedulian tetapi sejuta hal kecil tersebut tak berarti apa-apa jika tidak ada kepercayaan, visi dan keyakinan dasar

Teori kepemimpinan Karakteristik dan Perilaku :

  • Ciri-ciri Pemimpin : karakteristik pribadi yang membedakan pemimpin dari pengikut.

  • Prototipe Kepemimpinan : Cerminan mental dari karakteristik dan perilaku yang dimiliki oleh pemimpin.

  • Pertimbangan : menciptakan saling menghormati dan saling percaya dengan pengikut.

  • Struktur yang mengawali : mengorganisasi dan mendifinisikan apa yang sebaiknya dilakukan oleh anggota kelompok.

  • Metrik kepemimpinan : mencerminkan empat gaya kepemimpinan yang ditemukan dengan menyilangkan kepedulian terhadap produksi dengan kepedulian terhadap orang.

Kerangka Kerja Konseptual untuk Memahami Kepemimpinan

Karakteristik/ciri pemimpin :

  • Kebutuhan akan prestasi

  • Kebutuhan akan kekuasaan

  • Kemampuan kognitif

  • Ketrampilan interpersonal

  • Kepercayaan diri

  • Etika

Perilaku/peran manajerial :

  • Kebutuhan akan prestasi

  • Kebutuhan akan kekuasaan

  • Kemampuan kognitif

  • Ketrampilan interpersonal

  • Kepercayaan diri

  • Etika

Variabel-variabel situasional :

Tingkat Individu

  • Kekuasaan posisi pemimpin

  • Motivasi pengikut

  • Kejelasan peran pengikut

  • Kemampuan pengikut

Tingfkat Organisasi

  • Kecukupan sumber daya

  • Tugas/teknologi

  • Struktur organisasi

  • Lingkungan eksternal

Hasil akhir yang diinginkan :

  • Kinerja unit

  • Profitabilitas

  • Pencapaian tujuan

  • Kepuasan kerja

  • Organisasi yang belajar

Perbedaan Pemimpin dengan Manajer

Pemimpin :

  • Melakukan inovasi,

  • Mengembangkan,

  • Memberikan inspirasi,

  • Memiliki pandangan jangka panjang,

  • Menanyakan apa dan mengapa,

  • Memunculkan,

  • Menantang status quo,

  • Melakukan sesuatu yang benar.

Manajer :

  • Mengurus,

  • Mempertahankan,

  • Mengendalikan,

  • Memiliki pandangan jangka pendek,

  • Menanyakan bagaimana dan kapan,

  • Mengawali,

  • Menerima status quo,

  • Melakukan sesuatu dengan benar.

Ciri-ciri Pemimpin

Karakteristik pribadi yang membedakan pemimpin dengan pengikut:

  • Kecerdasan,

  • Dominasi,

  • Kepercayaan diri,

  • Tingkat energi dan aktivitas,

  • Pengetahuan yang relevan dengan tugas.

Teori Situasional :

  • Teori Situasional mengusulkan bahwa gaya pemimpin sebaiknya menyesuaikan dengan situasi yang ada.

  • Pengendalian situasional : jumlah pengendalian dan pengaruh yang dimiliki oleh pemimpin dalam lingkungan kerjanya.

  • Hubungan pemimpin-anggota : tingkat sampai di mana pemimpin memiliki dukungan, kesetiaan, dan kepercayaan dari kelompok kerja.

  • Struktur tugas : jumlah struktur yang terkandung dalam tugas-tugas kerja.

  • Kekuasaan posisi : tingkat di mana pemimpin memiliki kekuasaan formal.

Dimensi Pengendalian

  • Hubungan pemimpin-anggota :

Tingkat sampai di mana pemimpin memiliki dukungan, kesetiaan, dan kepercayaan dari kelompok kerja,

  • Struktur tugas :

Jumlah struktur yang terkandung dalam tugas-tugas kerja,

  • Kekuasaan posisi :

Tingkat di mana pemimpin memiliki kekuasaan formal.

Gaya Kepemimpinan :

  • Kepemimpinan yang direktif (mengarahkan): memberi panduan para karyawan apa yang harus dilakukan.

  • Kepemimpinan yang mendukung: kepedulian kesejahteraan dan menyetarakan diri dengan karyawan.

  • Kepemimpinan partisipatif: mengambil keputusan bersama dengan karyawan.

  • Kepemimpinan yang berorientasi pada pencapaian: mendorong karyawan untuk berprestasi pada tingkat tertinggi.

Teori Kepemimpinan Jalur Tujuan

Karakteristik Karyawan :

  • Ruang pengendalian

  • Kemampuan tugas

  • Kebutuhan akan pencapaian

  • Pengalaman

  • Kebutuhan akan kejelasan

Gaya Kepemimpinan :

  • Mengarahkan

  • Mendukung

  • Partisipatif

  • Berorientasi pada pencapaian

Faktor-faktor Lingkungan :

  • Tugas karyawan

  • Sistem wewenang

  • Kelompok kerja

Sikap dan Perilaku Karyawan :

  • Kepuasan kerja

  • Penerimaan atas pemimpin

  • Motivasi

Implikasi Manajerial :

  • Pemimpin terbaik tidak hanya karismatik, tetapi juga bersifat transaksional.

  • Kepemimpinan yang karismatik, tak dapat diterapkan di semua situasi organisasi.

  • Para karyawan dari tingkatan manapun dalam suatu organisasi dapat dilatih agar lebih transaksional dan karismatik.

  • Pemimpin yang karismatik dapat bersikap etis ataupun tidak etis dan menghasilkan pengikut yang patuh dan menurut.

Kepemimpinan karismatik akan efisien jika :

  • Situasi tersebut menawarkan kesempatan bagi keterlibatan “moral”.

  • Tujuan kinerja tidak dapat ditetapkan dan diukur dengan mudah.

  • Penghargaan ekstrinsik tak dapat secara jelas dikaitkan dengan kinerja individual.

  • Hanya ada sedikit isyarat maupun rintangan situasional untuk memandu perilaku.

  • Usaha, perilaku, pengorbanan, dan kinerja yang luar biasa diperlukan baik dari pemimpin maupun pengikut.

Kepemimpinan karismatik dapat bertahan jika :

  • Menciptakan dan melaksanakan suatu kode etik yang dinyatakan dengan jelas.

  • Merekrut, menyeleksi, dan mempromosikan orang-orang dengan moral dan standar yang tinggi.

  • Mengembangkan harapan kinerja di seputar perlakuan terhadap karyawan.

  • Melatih karyawan untuk menghargai keberagaman.

  • Mengidentifikasikan, memberikan penghargaan dan memuji para karyawan secara publik yang memberikan teladan moral yang tinggi.

Cara memperbaiki kualitas pertukaran pemimpin-anggota: :

  • Karyawan baru seharusnya menawarkan kesetiaan, dukungan dan kerja sama mereka kepada menejer mereka,

  • Jika Anda adalah seorang anggota kelompok luar, terimalah situasi tersebut, cobalah untuk menjadi seorang anggota kelompok dalam dengan bersikap kooperatif dan setia, atau keluar dari pekerjaan tersebut,

  • Para manajer seharusnya secara sadar mencoba untuk memperluas kelompok dalam mereka,

  • Para manajer perlu memberikan kepada para karyawan kesempatan yang cukup untuk menunjukkan diri mereka sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini...
makasih ya uda kasih komentar...
sering - sering maen sini ya...
No SaRa, No PoLiTiCs, No SPaMMiNG!!!