2.03.2008

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KARYAWAN” - Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Pd

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KARYAWAN”

Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Pd

Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen


Mengapa Keselamatan dan Kesehatran Karyawan itu Penting ?

  1. Angka kecelakaan yang berhubungan dengan kerja mengejutkan

  2. Kesalahan kontraktor konstuksi atau tuduhan kriminal fideral karena melanggar OSHA sesudah 3 dari karyawan meninggal dalam suatu ledakan saluran pembuangan kotoran

Fakta-fakta Dasar tentang UNdang-undang Keselamatan Kerja

    • Tujuan OSHA (Occopational Safety and Healt Act)

Undang-undang yang diluncurkan oleh Congres pada tahun 1970 untuk memastikan sejauh mungkin bahwa setiap pria dan wanita yang bekerja di AS aman dan dalam kondisi kerja yang sehat, serta untuk melindungi SDM nya

Occopational Safety and Healt Act (OSHA)

    • Perwakilan yang diciptakan dalam Departemen Taenaga Kerja untuk menetapkan standar keamanan dan kesehatan kerja bagi hampir semua karyawan di AS

Standar OSHA

    • OSHA beroperasi berdasarkan standar umum bahwa setiap majikan :

akan menyediakan bagi karyawannya pekerjaan dan tempat kerja yang bebas dari bahaya kematian atau kerusakan fisik serius.

Surat Peringatan dan Hukuman

Surat Peringatan :

    • Surat pemberitahuan yang mengimformasikan majikan dan karyawan tentang peraturan dan standar yang telah dilanggar di tempat kerja

5 unsur utama penolakan pelaksanaan kesehatan dan keselamatan

  1. Program kesehatan dan keselamatan

  2. Komite kesehatan dan keselamatan kerja

  3. Standar OSHA

  4. Pelaksanaan

  5. Ekspansi liputan

Penyebab Kecelakaan

Alasan dasar kecelakaan :

  1. Kejadian yang bersifat kebetulan

  2. Kondisi tidak aman

  3. Tindakan-tindakan yang tidak aman yang dilakukan pihak karyawan

Kondisi tidak aman

Kondisi-kondisi mekanik atau fisik yang mengakibatkan kecelakaan

  1. Peralatan pelindung tidak memadai

  2. Peralatan rusak

  3. Prosedur yang berbahaya pada mesin atau peralatan

  4. Gudang tidak aman

  5. Penerangan tidak memadai

  6. Ventilasi tidak memadai

Tindakan-tindakan yang tidak aman

Kecenderungan-kecenderungan perilaku dan sikap yang tidak diinginkan sebagai penyebab kecelakaan meliputi:

  1. Membuang bahan-bahan

  2. Beroperasi dangan kecepatan tidak aman

  3. Peralatan keaman tidak beroperassi

  4. Peralatan tidak aman

  5. Prosedur tidak aman

  6. Posisi tidak aman

  7. Mengangkat tidak tepat

  8. Pikiran kacau

Menghindari kecelakaan

Mengurangi kondisi yang tidak aman melalui :

  1. Seleksi dan penempatan

  2. Propaganda

  3. Pelatihan

  4. Dorongan positif

  5. Komitmen manajemen puncak

Mengurangi kecelakaan

  1. Periksa dan hilangkan kondisi yang tidak aman

  2. Saring karyawan dengan seleksi

  3. Tetapkan kebijakan keselamatan

  4. Tetapkan tujuan-tujuan yang kehilangan kontrol tertentu

  5. Dorong dan latih karyawan

  6. Dorong aturan-aturan keamanan

  7. Inspeksi kesehatan dan keselamatan secara teratur

Kehabisan tenaga

Kehabisan sumber daya fisik dan mental yang disebabkan karena bekerja keras yang berlebihan untuk mencapai suatu tujuan tidak realistik yang berhubungan dengan pekerjaan

Tanda-tanda kehabisan tenaga

  1. Tidak dapat santai

  2. Begitu menyatu dengan kegiatan

  3. Posisi yang telah capai melalui kerja keras, sekarang tak berarti

  4. Banyak kerja tetapi kurang menikmati

  5. Kebutuhan akan rokok, minum meningkat

  6. Terus menerus merasa terganggu

  7. Menggambarkan diri sebagai seorang yang gila kerja

Yang dapat dilakukan agar tidak kehabisan tenaga

  1. Bongkar pola Anda

  2. Tinggalkan semuanya secara periodik

  3. Nilailah kembali tujuan Anda dari segi nilai instrinsiknya

  4. Pikirkan tentang pekerjaan Anda

  5. Kurangi stress

Langkah-langkah mengurangi insiden di tempat kerja

  1. Penataan keaman yang diperbaiki

  2. Meningkatkan penyaringan karyawan

  3. Melatih untuk mengurangi pelanggaran

  4. Meningkatkan pelatihan karyawan

Menghadapi karyawan yang marah

  1. Lakukan kontak mata

  2. Tinggalkan apa yang sedang Anda lakukan dan berikan perhatian penuh

  3. Bicarakan dengan suara tenang dan lingkungan yang santai

  4. Bersikaplah terbuka dan jujur

  5. Biarkan dia bicara

  6. Cari penyebab kemarahannya

  7. Hati-hati menetapkan masalah

  8. Tanyalah yang bersifat membuka dan telusuri masalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini...
makasih ya uda kasih komentar...
sering - sering maen sini ya...
No SaRa, No PoLiTiCs, No SPaMMiNG!!!