2.03.2008

MENGELOLA SDM DALAM BISNIS INTERNASIONAL - Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Pd

MENGELOLA SDM DALAM BISNIS INTERNASIONAL”

Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Pd

Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen


Pertumbuhan Bisnis Internasional :

  1. Makin lama makin banyak perusahaan menyadari bahwa keberhasilan mereka bergantung pada kemampuan untuk memasarkan dan mengelola di luar negeri

  2. Sebagai akibat dari internasionalisasi ini, perusahaan harus dikelola secara global, namun globalisasi menghadapkan para manajer tantangan-tantangan raksasa

Jenis-jenis Bisnis Internasional :

  1. Eksport : menjual ke luar negeri secara langsung maupun secara tidak langsung dengan penjualan asing dan distributor yang digaji

  2. Pemberian Lisensi : pengaturan perusahaan memberi hak cipta, nama merk untuk jangka waktu tertentu

  3. Waralaba : pemberian perusahaan induk kepada perusahaan lain untuk yang menjalankan bisnis yang sudah diresepkan

SDM dan Bisnis Internasional :

    1. Merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan dan kegiatan SDM di markas kantor induk perusahaan multinasional

    2. Menjalankan kegiatan SDM di cabang asing dari suatu MNC (Multinational Corporation)

Bagaiman perbedaan-perbedaan antar negara mempengaruhi SDM ?

  1. Faktor Kultural : perbedaan kultural merentang luas dari negara ke negara menuntut perbedaan yang berhubungan dengan praktik personil diantara cabang asing milik perusahaan

  2. Faktor Ekonomi : perbedaan ekonomi diantara negara juga beralih menjadi perbedaan antar negara dalam praktik SDM

  3. Faktor Biaya Tenaga Kerja : perbedaan biaya dalam tenaga kerja juga mengakibatkan perbedaan dalam praktik SDM

  4. Faktor Hubungan Industrial : hubungan antara pekerja, serikat buruh dan majikan sangat dramatik antar negara dan mempunyai dampak besar terhadap praktik SDM

  5. Masyarakat Eropa : pasar bersama untuk barang, jasa, modal dan bahkan tenaga kerja

Memperbaiki Penugasan Internasional Melalui Seleksi

Mengapa Penugasan Internasional Gagal :

    1. Penugasan di luar negeri sering gagal karena pribadi tidak dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan teknik dari jabatan.

    2. Seleksi pengiriman ke luar negeri dilakukan oleh manajer lini berdasarkan kompetensi teknik.

    3. Mereka gagal karena masalah keluarga dan pribadi serta kekurangan ketrampilan kultural yang sudah bukan menjadi bagian dari proses

Penstafan Internasional

Sumber para Manajer :

  1. Lokal : warga negara dari tempat mereka bekerja

  2. Expatriate : bukan warga negara dimana mereka bekerja

  3. Thrid-country national : warga negara dari negara yang lain (kebangsaan negara ketiga)

Penstafan Internasional

Kebijakan Penstafan Internasional :

  1. Etnosentris : sikap yang berlaku dari negara asal, gaya manajemen, pengetahuan, kriteria penilaian dan manajer adalah superior terhadap segala sesuatu yang mungkin ditawarkan oleh negara asing

  2. Polisentris : satu keyakinan yang disadari bahwa hanya manajer negara asing dapat benar-benar memahami kultur dan perilaku dari pasar negara asing

  3. Geosentris : manajemen harus dicari dari suatu dasar yang global dengan pengandaian bahwa manajer terbaik di dunia bisa ditemukan di mana saja tempat perusahaan berada

Penstafan Internasional

Menyeleksi Manajer Internasionaaal :

  1. Adaptabilitas dan fleksibelitas : menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki pandangan dan gagasan baru

  2. Kekerasan kultural : kemampuan berhasil dalam sebuah kultur asing

  3. Orientasi diri : harga diri, kepercayaan diri dan ketenangan mental

  4. Orientasi terhadap yang lain : berinteraksi secara efektif dengan orang asing

  5. Kemampuan perspektif : memahami perilaku dan berempati dengan mereka

  6. Kemampuan keluarga : kemampuan pasangan dan anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan

Pelatihan dan Pemeliharaan Karyawan Internasional :

  1. Penyaringan yang saksama hanya merupakan langkah pertama dalam memastikan keberhasilan orang yang ditugaskan ke luar negeri

  2. Karyawan bisa menuntut pelatihan khusus

  3. Kebijakan SDM Internasional harus dirumuskan untuk mengkompensasi para manajer luar negeri untuk memelihara hubungan tenaga kerja yang sehat

Pengorientasian dan Pelatihan Karyawan untuk Penugasan Internasional :

  1. Orientasi dan pelatihan untuk penugasan internasional dapat membantu karyawan (dan keluarga mereka) menghindari kejutan kultural dan menyesuaikan diri lebih baik dengan lingkungan baru mereka

  2. Pengembangan manajemen internasional untuk mendorong perbaikan kontrol atas operasi global dengan membangun satu kultur perusahaan yang disatukan

  3. Para manajer hendaknya lebih konsisten tunduk terhadap nilai-nilai, kebijakan dan sasaran begitu mereka kembali dari luar negeri

Kompensasi Internasional :

  1. Satu kesulitan terbesar dalam mengelola kompensasi total pada tingkat multinasional adalah menetapkan suatu ukuran kompensasi yang konsisten di antara negara yang sedang membangun kredibilitas

  2. Pendekatan paling umum untuk merumuskan upah ekspatriat adalah menyamakan kekuatan pembelian di semua negara, sebuah teknik yang dikenal sebagai pendekatan neraca seimbang

Penilaian Kinerja Terhadap Manajer Internasional :

  1. Tentukan tingkat kesulitan penugasan

  2. Pertimbangkan evaluasi penilaian manajer di tempat daripada manajer tempat asal

  3. Jika manajer tanah air melakukan penilaian aktual tertulis, berikan nasihat latar belakang selama proses penilaian

  4. Modifikasikan kriteria kinerja normal yang digunakan bagi posisi khusus untuk mencocokan posisi luar negeri dan karakteristik dari lokal tersebut

  5. Jangan hanya menilai manajer ekspatriat dari segi kriteria yang dapat dihitung seperti laba

Hubungan Tenaga Kerja Internasional :

    1. Sentralisasi : tawar-menawar di tingkat pabrik

    2. Struktur serikat buruh : berkonsentrasi pada fungsi jasa dan administrasi

    3. Organisasi majikan : cenderung dilakukan asosiasi majikan

    4. Pengakuan serikat buruh : untuk tawar-menawar

    5. Keamanan serikat buruh : kesepakatan toko tertutup yang formal

    6. Kontrak manajemen tenaga kerja : dokumen yang mengikat secara sah

    7. Muatan dan lingkup tawar-menawar : berfokus pada upah, jam dan kondisi kerja

    8. Menangani keluhan : ditangani mesin yang diakui di luar kontrol formal serikat buruh

    9. Pemogokan : menukik jauh ke dalam pendapatan perusahaan masing-masing

    10. Peran pemerintah : tidak mengatur proses tawar-menawar namun menghendaki penetapan langsung

    11. Partisipasi pekerja : menciptakan sistem pekerja dalam manajemen langsung

    12. Kodeterminasi : perwakilan pekerja wajib pada sebuah dewan direksi perusahaan

Repatriasi : Masalah dan Pemecahan :

  1. Tulis kesepakatan repatriasi : orang yang diangkat untuk tugas internasional tidak akan diperpanjang

  2. Angkat seorang sponsor : untuk mengawasi ekspatriat selama di luar negeri

  3. Berikan konseling karier : untuk memastikan pengangkatan tugas repatriat

  4. Jaga komunikasi tetap terbuka : jagalah ekspatriat dalam urusan bisnis kantor pusat

  5. Tawarkan dukungan keuangan : bayar real estate dan biaya hukum untuk mempertahankan residensinya

  6. Kembangkan program reorientasi : berikan repatriat dan keluarganya program reorientasi untuk memudahkan menyesuaikan diri



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini...
makasih ya uda kasih komentar...
sering - sering maen sini ya...
No SaRa, No PoLiTiCs, No SPaMMiNG!!!