2.03.2008

BAB VI. MEWAWANCARAI CALON (MSDM) - Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Pd

BAB VI. MEWAWANCARAI CALON (MSDM)”

Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Pd.

Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen


Jenis Wawancara :

  1. Wawancara tidak terarah adalah wawancara tidak teratur dengan gaya percakapan.

  2. Wawancara terarah adalah wawancara yang mengikuti seperangkat urutan pertanyaan.

  3. Wawancara stress adalah pelamar dibuat jengkel dengan pertanyaan kasar.

  4. Wawancara penilaian adalah penilaian kinerja dan tindakan perbaikan.

  5. Wawancara situasional adalah yang berhubungan dengan jabatan.

  6. Wawancara yang berhubungan dengan jabatan adalah seperangkat pertanyaan yang berhubungan dengan jabatan dan berfokus pada cara calon akan berlaku pada situasi tertentu.

  7. Wawancara serial adalah pelamar diwawancarai secara berurutan berdasar bentuk standar.

  8. Wawancara panel adalah kelompok pewawancara menanya pelamar secara serempak tidak berurutan.


Strategi Wawancara :

  1. Peringatkan para pewawancara bahwa para penguji bisa bersikap sebagai pelamar,

  2. Para pewawancara untuk membuat catatan yang cermat,

  3. Usahakan menghindari perbedaan-perbedaan dengan menggunakan daftar wawancara,

  4. Jika pelamar tidak minat pada posisi itu, beri tanda khusus,

  5. Gunakan sistem nilai untuk wawancara (pendidikan, pengalaman)

  6. Pastikan pelamar sangat berminat dengan pekerjaan dan tidak ada tujuan lain,

  7. Tekankan pentingnya pemeriksaan rujukan yang cermat,

  8. Tetapkan prosedur resolusi perselisihan internal agar tidak sampai ke pengadilan.


Kesalahan wawancara yang lazim :

  1. Penilaian yang tergesa-gesa (cenderung meloncat ke kesimpulan)

  2. Tekanan yang negatif (prasangka negatif)

  3. Kurangnya pengetahuan tentang pekerjaan yang harus dilakukan oleh pewawancara,

  4. Tekanan untuk mempekerjakan pelamar-pelamar yang sama jauh lebih tinggi yang maju,

  5. Kesalahan urutan calon,

  6. Pengaruh dari perilaku nonverbal (kontaqk mata),

  7. Telegrafing (pengiriman petunjuk yang subtil),

  8. Terlalu banyak/sedikit bicara,

  9. Berlagak sebagai Jaksa atau Psikolog.


Keragaman Berperan

Gaya berpakaian bagi wanita untuk wawancara :

  1. Pakaian coklat abu-abu yang cerah dari bahan yang lebut.

  2. Pakaian biru terang dengan jaket berikat pinggang pendek.

  3. Pakaian jahitan berwarna coklat keabu-abuan dengan jaket yang menyala.

  4. Pakaian paling “maskulin” biru gelap yang ketat dan blus putih dengan kerah kaku

Semakin maskulin gaya semakin menyenangkan rekomendasi penerimaan kerja.


Merancang dan Melaksanakan Wawancara yang Efektif :
Wawancara Terstruktur

Analisa Jabatan :

  1. Tulis deskripsi jabatan dalam bentuk daftar tentang tugas jabatan, pengetahuan, ketrampilan, kemampuan yang dituntut, dan kualifikasi karyawan lainnya.

  2. Evaluasilah informasi Tugas Jabatan:

Nilailah setiap tugas jabatan berdasarkan arti pentingnya bagi keberhasilan jabatan dan berdasarkan jumlah waktu yang dituntut untuk menjalankannya dibanding dengan tugas lain.

  1. Kembangkan Pertanyaan Wawancara:

Mengembangkan pertanyaan wawancara didasarkan pada pendaftaran tugas-tugas jabatan dan yang lebih penting dibuat lebih banyak pertanyaan.

  1. Kembangkanlah Jawaban Benchmark:

Kembangkan jawaban skala 5 point untuk tiap pertanyaan dengan jawaban spesifik untuk baik nilai 5, cukup nilai 3 dan jelek nilai 1.

  1. Tetapkan Wawancara Panel dan Laksanakan:

Panel dilaksanakan dengan tiga sampai enam anggota, dan dilakukan dalam suasana tenang, menyenangkan, tanpa stress sampai dihasilkan jawaban-jawaban yang sungguh jelek, sedang atau baik.


Aplikasi Bisnis Kecil
Prosedur Wawancara :

  1. Kembangkan spesifikasi perilaku untuk jabatan,

  2. Tetapkanlah faktor dasar apakah yang mau diselidiki,

  3. Gunakanlah sebuah rencana wawancara,

  4. Cocokanlah calon dengan jabatan / pekerjaan.


Wawancara dengan Komputer :

Sistem wawancara dengan bantuan komputer telah sangat berhasil. Sistem itu secara luar biasa mengurangi jumlah wawancara sia-sia yang dilakukan manajer pada para calon yang diterima.


Pedoman untuk Peserta Wawancara :

  1. Persiapan itu penting : pelajari sedapat mungkin segala sesuatu tentang majikan, pekerjaan dan orang yang merekrut,

  2. Singkapkanlah kebutuhan-kebutuhan nyata dari pewawancara : pergunakan waktu sesedikit mungkin untuk menjawab,

  3. Hubungkanlah diri Anda sendiri dengan kebutuhan pewawancara,

  4. Berfikir untuk menjawab,

  5. Ingat bahwa penampilan dan kegairahan itu penting,

  6. Buat suatu kesan pertama yang baik.


Kesan pertama yang baik :

  1. Pakaian yang cocok,

  2. Rapi,

  3. Jabat tangan yang mantap,

  4. Penampilan energik terkendali,

  5. Humor yang berkaitan dengan kesediaan untuk tersenyum,

  6. Minat yang sungguh-sungguh terhadap operasi majikan dan berikan perhatian bila pewawancara bicara,

  7. Banggakan kinerja masa lalu,

  8. Suatu pemahaman tentang kebutuhan majikan dan keinginan untuk melayani mereka,

  9. Sajikanlah gagasan-gagasan yang baik,

  10. Kemampuan untuk mengendalikan diri bila para majikan gagal pada tugas melakukan wawancara.


Membangun Komitmen Karyawan :

Penerimaan karyawan berrdasarkan nilai dapat menyumbang untuk membangun komitmen karyawan.

Hal ini mengandaikan bahwa manajemen telah menjelaskan nilai-nilai yang dia hargai, menghabiskan waktu yang memadai dalam proses seleksi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini...
makasih ya uda kasih komentar...
sering - sering maen sini ya...
No SaRa, No PoLiTiCs, No SPaMMiNG!!!