4.05.2008

Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) adalah harapan kita semua dan juga harapan orang tua serta merupakan suatu kebanggaan tersendiri bila dapat lulus SPMB. Namun kesempatan untuk diterima di PTN sangat minim, karena bangku kuliah yang tersedia sangat terbatas. Dari sekitar 400 ribuan peserta SPMB, yang diterima melalui jalur ini rata-rata kurang dari 15% pada setiap tahunnya. Olehkarenanya sangatlah wajar banyak siswa berseloroh bahwa “Menjadi mahasiswa melalui SPMB tak ubahnya mengikuti undian berhadiah”. Ini dimaklumi karena banyak siswa sulit menebak mana yang lebih besar antara peluang menang atau peluang kalahnya. Dengan persaingan yang superketat dalam SPMB, memenangkan persaingan diperlukan kerja keras dan pintar serta strategi yang tepat, karena tanpa ini semua, bukan kesuksesan yang didapatkan tapi menemui kegagalan. Sedikitnya, ada tujuh faktor yang mempunyai peranan besar terhadap keberhasilan menembus SPMB, antara lain :

  1. Begin From The End

  2. Penguasaan materi

  3. Strategi pemilihan jurusan

  4. Keterampilan mengerjakan soal

  5. Kesiapan mental / psikologis.

  6. Faktor Teknis

  7. Pendekatan diri kepada Allah SWT

Begin From The End

Kesuksesan didunia ini berawal dari rencana, begitu halnya kesuksesan di SPMB. If you fail to plan you plan to fail, jika Anda gagal membuat sebuah rencana, itu sama saja merencanakan kegagalan. Seperti halnya kesuksesan dibidang lain, energi terbesar kesuksesan di SPMB sangat ditentukan seberapa besar impian Anda untuk memasuki jurusan di PTN tertentu. Impian adalah hasrat atau keinginan yang “harus” dicapai. Dalam usaha / bidang apapun impian adalah titik awal keberhasilan. Impian pula yang memberi energi untuk selalu berusaha keras dan disiplin tinggi. Selain impian, bersikap positif terhadap hal apapun merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari impian. Jangan pernah pedulikan guru yang jelek mengajar, sekolah yang tidak mempunyai fasilitas, kemampuan yang serba terbatas. Fokuslah pada hal-hal yang positip bisa menunjang kesuksesan. Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan tidak ada hentinya untuk berusaha mengejar ketinggalan. “Saya pasti bisa berhasil”, Saya pasti bisa, Saya pasti bisa memasuki PTN favorit.

Lima langkah efektif untuk mewujudkan impian:

Pertama, tetapkan dalam pikiran Anda cita-cita yang ingin Anda wujudkan dan gambarkan dalam pikiran Anda secara detil. Jangan takut untuk bermimpi besar dan jangan pernah melupakan impian tersebut.

Kedua, pastikan dengan tepat apa yang dapat Anda berikan sebagai ganti untuk impian yang Anda inginkan tersebut (tidak ada ‘makan siang gratis’)

Ketiga, buatlah langkah-langkah pasti untuk mencapai impian tersebut.

Keempat, tulis secara jelas impian Anda.

Kelima, bacalah dua kali sehari, satu kali sebelum tidur dan satu kali setelah Anda bangun dipagi hari.

Penguasaan materi

Dari hasil hasil pengamatan, banyak peserta yang gagal lulus SPMB karena tidak terlatih mengerjakan soal-soal SPMB. Padahal, banyaknya waktu luang ketika melakukan persiapan seleksi, seharusnya digunakan untuk mengerjakan soal-soal SPMB tahun-tahun sebelumnya. Soal SPMB bersifat standar dan seringkali berulang.

Untuk dapat mengerjakan soal-soal SPMB, tidak ada jalan lain kecuali menguasai materi / konsep dengan sebaik-baiknya. Idealnya, peserta dapat menguasai semua materi SPMB. Akan tetapi hal ini sulit dilakukan bahkan dianggap tidak mungkin. Oleh karenanya, strategi yang mungkin yaitu pemahaman terhadap konsep-konsep yang terpenting, dan jika memiliki waktu baru meluas ke hal-hal yang mendetail. Buatlah target (goal setting) yang jelas pada setiap periode waktu. Pemahaman secara sistematis dan gradual seperti ini diharapkan dapat memperoleh hasil yang optimal.

Strategi pemilihan jurusan

Dalam menghadapi SPMB, setiap siswa dihadapkan pada masalah pemilihan jurusan yang terkadang sering dilematis. Hal ini terjadi karena banyak dari siswa yang tidak tau bagaimana strategi memilih jurusan. Idealnya, dalam persiapan menghadapi SPMB, sejak dini siswa harus menentukan jurusan apa yang akan dipilih dan di PTN mana. Dalam hal memilih jurusan harus disesuaikan dengan bakat dan minat. Strategi yang perlu dilakukan adalah:

Pertama, Ukurlah sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Untuk mengetahui seberapa besar kemampuan yang dimiliki yaitu dengan melakukan try-out secara berkala, atau melakukan simulasi di rumah. Setelah mengetahui nilai yang dapat dicapai, barulah ditentukan jurusan dan PTN yang tepat.

Kedua, kenali jurusan-jurusan yang ada di PTN, terutama jurusan-jurusan yang diinginkan. Setelah itu, lihatlah perkiraan pass in grade- nya.

Ketiga, tempatlah jurusan impian (optimistis) pada pilihan 1, dan pilihlah pilihan kedua dijurusan yang aman, tetapi masih mempresentasikan keinginan.

Keempat, mintalah dukungan dari orang tua, saudara, teman dekat atau seseorang yang teramat spesial untuk memberikan spirit demi terwujudnya impian Anda. Selain itu perlu juga dipertimbangkan tentang biaya hidup, tempat tinggal, keadaan lingkungan / sistem pergaulan dsb.

Keterampilan mengerjakan soal

Soal SPMB mempunyai karakteristik tertentu yaitu dari jumlah soal, kualitas soal, dan waktu pengerjaannya. Uraian jenis dan jumlah soal adalah sebagai berikut:

Kemampuan Dasar

Kemampuan IPA

Kemampuan IPS

Mat. Dasar

Bhs Indonesia

Bhs Inggris

25

25

25

Mat IPA

Fisika

Kimia

Biologi

IPA Terpadu

15

15

15

15

15

Sejarah

Ekonomi

Geografi

IPS Terpadu

20

20

20

15

Jumlah

75

Jumlah

75

Jumlah

75

Waktu

150’

Waktu

150’

Waktu

90’

Dari jumlah soal dan waktu yang tersedia, pengerjaan soal-soal SPMB di set rata-rata 2 menit per soal. Hal ini terjadi karena soal SPMB didesain sebagai alat seleksi, sehingga setiap peserta bukan hanya dituntut bisa tetapi juga cepat / dalam waktu singkat. Strategi yang perlu dijalankan adalah dengan mengerjakan soal-soal yang menurut Anda mudah. Jika ada soal-soal yang terlalu sulit, jangan memaksakan diri untuk mengerjakannya, pindahlah mengerjakan soal-soal yang lebih mudah, itu lebih baik. Jangan memberikan jawaban asal-asalan, lebih baik membiarkan kosong daripada memberikan jawaban yang spekulatif. Yang perlu menjadi renungan: Mengerjakan satu soal dalam waktu sepuluh menit atau duapuluh menit jelas merupakan time losses (kecolongan waktu) yang tidak termaafkan. Penstabilan emosi dan pengendalian dirilah yang mencegah melakukan kebodohan ini.

Kesiapan mental / psikologis.

Kesiapan mental / psikologis diperlukan bukan hanya ketika hari H SPMB, tetapi pada saat kapanpun termasuk ketika akan belajar. Lelah psikis seperti bosan, jenuh, dan sejenisnya akan mengganggu rencana belajar dan ketika hari H SPMB. Strategi mengatasi ketidaksiapan mental pada saat belajar adalah sebagai berikut:

  • Hentikan belajar dan pergilah tidur.

  • Cari penyebab kelelahan psikis (interospeksi diri), apa sebenarnya yang membuat bosan, jenuh dan hilang konsentrasi. Ada masalah dengan keluarga, teman, tetangga atau mungkin pacar ? Jika ada, selesaikanlah permasalahan itu dengan baik-baik. Hindari bentrokan, karena hal ini akan menambah beban mental, bila perlu mengalah dulu demi kemenangan Anda sendiri.

  • Ingat kembali hal-hal yang menarik dan menyenangkan jika Anda nanti lulus SPMB. Misalnya : Anda dapat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri, dapat memenuhi harapan orang tua atau mungkin harapan masa depan yang cerah dan penuh kebahagiaan bersama orang-orang yang kita cintai.

  • Gunakan gaya belajar yang sesuai dengan Anda.

  • Hindarkan penggunaan obat penenang jenis apapun, karena dikhawatirkan efek sampingnya berakibat buruk bagi fisik Anda.

Faktor Teknis

Banyak peserta SPMB yang hingga sekarang masih dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, terutama bagi peserta yang merasa bisa mengerjakan soal dibandingkan dengan peserta lain tetapi dalam kenyataannya peserta tersebut tidak lulus dalam seleksi. Meskipun jawaban dalam pengerjaan soal sudah cukup akurat dan dapat dipercaya, tetapi ternyata kesalahan dalam pengisian formulir pendaftaran sangat menentukan dan sekaligus sebagai alat seleksi.

Dr. Toemin A. Masoem, ketua Panitia Pengolahan data UMPTN menyatakan bahwa kesalahan fatal yang dilakukan peserta SPMB adalah:

· Formulir atau lembar jawaban komputer (LJK) tidak dihitamkan secara benar

· Nilai SPMB tidak lengkap, bisa karena absen atau didiskualifikasi oleh panitia karena salah mengisi nomor peserta atau kode soal pada lembar jawaban.

Pernahkah kita berfikir berapa banyak peserta SPMB yang gagal dengan sia-sia seperti dalam kasus diatas? Ternyata dari data yang ada dari tahun ketahun luar biasa besarnya yaitu kurang lebih 14 persen dari peserta SPMB. Angka ini besarnya hampir sama dengan rata-rata peserta SPMB yang lulus seleksi setiap tahunnya (15,5 persen).

Pendekatan diri kepada Allah SWT

Setelah usaha maksimal dilakukan, maka hendaknya semuanya diserahkan kepada Allah SWT. Sebesar apapun impian kita, mustahil akan berhasil tanpa ridhoNya. Pendekatan diri kepada Allh SWT dan berdoa agar dalam belajar mudah memahami materi pelajaran, ketika memilih jurusan dan pada hari ‘H’ SPMB diberikan kemudahan dan dijauhkan dari kesalahan dan kesalahan yang mungkin terjadi karena kealpaan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini...
makasih ya uda kasih komentar...
sering - sering maen sini ya...
No SaRa, No PoLiTiCs, No SPaMMiNG!!!