10.11.2008

#RENUNGAN = MUHASABAH#

RENUNGAN = MUHASABAH

Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd

Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

Saudara - saudara sekalian. Ambilah selembar kertas, dan alat tulis masing masing.

Tuliskan nama Anda dengan lengkap, bukan nama panggilan. Perhatikanlah nama itu dengan baik, tataplah... Kelak nama ini akan tertulis pada batu nisanmu.

Di bawahnya tulislah nama ibumu, ibundamu yang kau cintai. Yang telah mengandungmu di dalam rahimnya, melahirkanmu, dan mengasuhmu hingga engkau dewasa.

Selanjutnya tulislah nama ayahmu, seorang laki laki yang telah berjalan jauh, membanting tulang mencari sesuap nasi, untuk menghidupi keluarganya.

Di bawahnya tulislah nama istri atau nama suamimu, orang yang telah dijodohkan Allah untuk menjadi pendampingmu, untuk selama selamanya.

Di bawahnya lagi, tulislah nama anak anakmu yang kau cintai, permata mata hatimu, yang telah diamanahkan Allah kepadamu.

Saudara saudaraku............ Marilah dengan perlahan lahan, kita tundukan kepala, kemudian pejamkanlah mata, rasakanlah ketenangan... rasakanlah ketenangan itu lebih dalam lagi. Bayangkan seakan akan kita sedang berjalan di suatu jalan yang lurus, lurus sekali... Dan di ujung jalan itu ada sebuah rumah... di sudut ruang dalam rumah itu, ada sebuah kursi, di atas kursi itu duduk seorang wanita, kita pandangi wajah wanita itu, ternyata dia adalah ibumu, ibumu yang tercinta. Dialah seorang wanita yang telah mengandungmu di dalam rahimnnya selama 9 bulan 10 hari. Dan ketika melahirkanmu ia berjuang antara hidup dan mati, menahan sakit, dan bersimbah darah ketika menghadirkanmu ke dunia. Pandangilah lagi wajah ibumu, yang kini telah nampak semakin tua.

Di samping ibumu, duduk seorang lki laki, yang telah lanjut usia, itulah ayahandamu tercinta. Seorang laki laki yang telah berjalan jauh, bekerja keras mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Dan sewaktu engkau masih kecil, dia juga sring mengendongmu, meninabobokanmu. Sehingga engkau sering tertidur di pundaknya yang bidang. Tetapi laki laki itu kini sudah semakin tua, tinggal gurat gurat diwajahnya yang keletihan, namun dia adalah seorang laki laki yang bertanggung jawab dan berjasa kepada keluarganya.

Apa yang telah engkau lakukan kepada orang tuamu. Engkau kini mungkinsering melupakannya. Bahkan mungkin kini, kedua orang tuamu telah tiada. Berdoa untuk keduanya, engkau pun mungkin sering melupakannya. Ya Allah yang Maha Besar, ampunilah dosa dosaku, ampunilah dosa dosaku, ampunilah segala kelalaianku. Mereka adalah orang orang yang paling berjasa dalam hidupku, mengapa ya Allah, aku menjadi orang yang sering melupakannya. Astagfirullah al`adzim. Ampunilah ya Allah kedua orang tuaku, tempatkanlah keduanya ya Allah di tempat yang terbaik disisi-Mu. Allahumagfir li,wa liwaalidaya warhamhumaa kamaa robayani shoghiiroo. Ya Allah ampunilah aku, dan ampunilah kedua orang tuaku, sayangilah mereka ya Allah, sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu kecil....

Saudara saudaraku marilah kita sekarang tengok suami/isteri kita masing masing. Adakah kita sehari hari telah menjalankan kewajiban kita kepadanya. Pasangan yang telah dijodohkan Tuhan bagi kita. Yang sering kita lakukan sehari hari, dengan tidak kita sadari, kita malah sering menyakiti hatinya. Sering kita berkata kata yang tidak semestinya. Pasangan yang begitu setia kepada kita, tai kita sering mengkhianatinya, kita kadang selingkuh kepadanya, di dalam pikiran dan perbuatan. Ya Allah ampunilah aku, banyak sekali dosa dosa yang telah kuperbuat, apakah aku akan sanggup untuk menanggungnya, dihadapan pengadilan-Mu kelak.... Ya Allah, berikanlah aku hati yang lembut, yang tulus ikhlas mengasihi pasangan kita masing masing fi dunya wal akhiroh.

Sekarang marilah kita tengok anak anak kita, malaikat malaikat kecil yang telah dititipkan dan diamanahkan Tuhan kepada kita. Adakah engkau sekalian telah memperhatikan mereka dengan seksama, memperhatikan kebutuhan hidupnya, memperhatikan pendidikannya. Engkau kadang sering tidak sabar kepadanya, memarahinya, malah kadang kadang memukulnya. Ya Allah apa yang telah kuperbuat kepada mereka. Mereka adalah buah kasih sayang kami berdua. Banyak benar kelalaian yang telah aku perbuat kepada mereka. Kalau aku mencelanya, sesungguhnya dengan tidak sadar aku telah mengajari mereka memaki dan mencela pula. Kalau aku mengasarinya, sesungguhnbya aku telah menanamkan sifat kasar pula kepadanya. Jika aku membesarkan anak anak dengan olok olok, sesungguhnya aku trelah menanamkan rasa rendah diri dalam dirinya.

Ya Allah banyak nian kelalaianku dalam mendidik anak anakku. Sadar atau tidak sadar, kadang aku telah memberi mereka makan dari rezeki yang tidak halal, dari rezeki yang haram. Kelak kemudian hari anak anak ini akan mennuntut dihadapan Allah, Ya Allah masukkanlah ayah dan ibuku ke neraka, karena selama ini mereka telah memberiku makan dari rezeki yang haram. Ya Allah ampunilah segala dosa-dosaku. Robbana dzolamna anfunasna = Ya Allah kami telah menzalimi diri kami sendiri. Wa illam tagfirlana wa tarhamna la nakuunanna minal khaasirin = jika engkau tidak mengampuni dosa dosa kami, niscaya kami adalah termasuk orang orang yang mendapat kerugian.

Berkatilah pekerjaanku Ya Allah, berikanlah kami rezeki yang halal, melimpah dan barokah. Berikanlah kami ilmu yang manfaat, agar kami dapat mengembangkan diri kami, dan mampu mengemban amanat untuk membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Robbana atina fi dunya khasanah, wa fil akhiroti khasanah wa qina adzabanar. Walhamdu lillahhorobbil alamin.

Wassalamu alaikum waroh matullahi wa barokatuh.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini...
makasih ya uda kasih komentar...
sering - sering maen sini ya...
No SaRa, No PoLiTiCs, No SPaMMiNG!!!